Stoner Terjungkal Karena Pedrosa Menutup Celah

Stoner Terjungkal Karena Pedrosa Menutup Celah

20120709-082550.jpg
Daihatsu blog — Casey Stoner pantas kecewa terhadap hasil yang dicapai pada MotoGP Jerman 2012. Membalap dengan penuh percaya diri di sirkuit Sachsenring, hari ini, Minggu (8/7), pebalap Australia itu harus keluar lintasan ketika lomba menyisakan sedikit putaran lagi.
Stoner terjatuh di tikungan ke-12 tatkala sedang menekan rekan satu timnya, Dani Pedrosa, yang memimpin lomba. Sejatinya, Stoner bisa mengambil podium kedua karena selisih waktu dengan Jorge Lorenzo di urutan ketiga nyaris 15 detik.
Tapi nasib bicara lain. Jangankan menambah poin, melanjutkan lomba saja tak mungkin dilakukannya. Kecelakaan Stoner ini merupakan yang pertama sejak 25 kali balapan terakhir.
“Saya cukup kecewa, saya telah menargetkan menang atau menambah poin, tapi akibat di tikungan terakhir tak ada satu pun yang saya raih,” kata Stoner dalam sebuah pernyataan tertulis yang disiarkan tim Repsol Honda.
Stoner mengaku tak ada hal teknis mengganggu pada RCV213V. Sepeda motor ini diakui sempurna pada hari balapan. “Saya sangat senang dengan motor dan bisa berada di depan Dani (Pedrosa) hingga lebih dari sepuluh putaran.”
Juara dunia ini juga mengaku mampu menekan Pedrosa dan merasa yakin bisa menyalip rekannya di akhir-akhir balapan. “Saya yakin bisa mengambalikan dia (Pedrosa) di belakang. Di putaran final saya membuat sebuah kesalahan.”
Stoner menyatakan dirinya salah mengambil tindakan menjelang tikungan. Awalnya dia ingin menyalip pada sebuah titik tikungan di mana Pedrosa kerap melebar.
Namun ketika momen itu dimiliki Stoner, Pedrosa justru berada pada titik menutup celah. “Dani berada pada tiitik yang tepat di mana saya ingin menyalipnya di tikungan akhir. Pada lap-lap sebelumnya saya tidak memiliki celah itu,” ungkap Stoner.
Stoner menambahkan dirinya sangat percaya diri ketika ingin mendahului Pedrosa. Karena itu, dia memutuskan untuk menambah kecepatan di tikungan.
“Saya tidak menekan rem dan tidak melakukan pengereman keras di titik pengereman.”
Hasilnya, Stoner menyatakan, bobot motornya bergeser ke depan dan dia tergelincir. “Saya frustasi. Saya tidak diizinkan melanjutkan lomba dan mencoba mencetak beberapa poin.”
“Sepeda motor itu sempurna, tapi para marshal mendorong saya menjauh dari motor. Ini kesalahan saya sendiri yang pertama setelah sejak lama.”
Meski begitu, Stoner salut pada kerja keras tim Repsol Honda dalam menyiapkan sepeda motornya. Dia optimis apabila pada seri-seri di depan RCV213V sehebat hari ini, maka gelar juara dunia baginya masih terbuka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s